Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Film 'Maze Runner' Trilogy

Untuk seri pertamanya, saya nggak bisa berkomentar banyak karna memang terasa generik sekali. Tapi bisa dimaklumin sebagai gerbang pembuka dan pengenalan lore yang lebih lugas di sekuelnya. 

Namun, untuk instalmen kedua dari trilogi saga Maze Runner ini, bisa saya katakan seri TERBAIK diantara dua seri tersebut. Hal yang bikin beda yaitu perkembangannya jauh lebih signifikan dari pada yang pertama apalagi yang ketiga terdapat penurunan kualitas. Contohnya: semua cast disini lebih solid, ngga ada yang terasa tempelan, masing-masing punya khas yang layak ditonjolkan. Satu hal yang mencuri perhatian itu Dylan O'Brien jadi lebih berkharismatik, nggak kaku lagi seperti seri pertamanya. Jagat distopianya pun cukup luas, tidak satu tempat lagi. Buat pecinta tema post-apocalyptic bakal dimanjakan sama film ini. 

Sayangnya untuk sekuel ketiga, terjadi penurunan kualitas seperti yang sudah saya katakan. Character development terjun bebas serasa hampa. Kalian akan banyak dengar dialog inkonsisten daripada dua prekuel yang sudah dibentuk dengan baik. Dan.. Man, itu si Alita Battle Angel aka Rosa Salazar disia-siakan performanya, cuma kebantu suara seksinya doang. Namun, beruntung ada poin positifnya, puncak sekuen bromance-nya asli bikin mewek. Jarang ada film sekelas gini jalinan persahabatan antar cowok yakni Thomas-Newt-Minho bisa sekuat ini kemistrinya. Poin yang paling saya apresiasi. 

Intinya sih mau berharap gimanapun ini tetap sebatas popcorn movie, nggak lebih. Tapi yang bikin spesial saga ini yakni peningkatan kualitas yang jauh dalam instalmen kedua, dan kemistri bromance yang begitu kuat dibentuk sepanjang triloginya. 

SKOR TOTAL:
The Maze Runner = 5/10
The Scorch Trials = 7/10
The Death Cure = 6/10

Edo Ricky
Edo Ricky Tergila-gila dengan film sejak mulai bisa berfikir.

Post a Comment for "Review Film 'Maze Runner' Trilogy"